Kamu berlari kencang dan tiba-tiba kamu tak mengenal loka, lalu kamu ingin pulang tapi tak lagi yakin akan rumah. Arti. Dia tidak adil. Biru lebur mengharu atas rasa tapi kamu tak pernah mau mendengar rajuk. Asa itu kau gantung di mana? Semua yang kau percaya itu semu! Kabur pandangmu dan badai pasir mulai merajam tubuhmu. Matahari memang terang tapi kamu tak pernah harus bertahan menatapnya. Dengar inderamu mengadu sia, berdirilah tegap, tatap musuhmu! Kembalilah ke bumimu. Tidurlah sendiri saja seperti yang kamu senang. Lalu temukan dirimu, jangan lagi hilang.
Surabaya, Desember 2012
Saya
No comments:
Post a Comment